niwarestaurant.com

niwarestaurant.com – Lewis Hamilton, yang dikenal luas karena keberhasilannya di arena Formula 1, menghadapi tantangan yang tidak biasa dalam dunia gaming. Sang pembalap mengakui bahwa ia menemui kesulitan saat mencoba menaklukkan game jadul PlayStation 1, ‘Driver’, terutama dalam menyelesaikan tutorial di awal game.

Rincian Kendala Hamilton dalam ‘Driver’

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada Rabu (17/4/2024), Hamilton menyampaikan rasa kecewanya karena tidak berhasil melewati level pertama. “Aku belum melakukannya dengan baik. Waktu habis. Sialnya, aku tidak bisa melewati tahap pertama,” kata Hamilton. Sebuah video yang dirilis oleh Mercedes AMG Petronas Formula One Team menggambarkan bagaimana Hamilton berulang kali gagal menghindari tabrakan dalam game tersebut.

Pengalaman Bermain Game Hamilton

Walaupun Hamilton mendapati hambatan dengan ‘Driver’, dia memiliki rekam jejak sukses dalam menyelesaikan berbagai judul permainan konsol lainnya. Diantaranya ia telah menamatkan ‘Gran Turismo’, yang dia puji sebagai salah satu pengalaman balap terbaik dalam gaming. Selain itu, Hamilton juga telah bermain dan menyelesaikan game-game terkenal lainnya termasuk ‘Mario’, ‘Mortal Kombat’, ‘Street Fighter’, ‘Call of Duty’, ‘Crash Bandicoot’, dan ‘Grand Theft Auto’.

Sejarah dan Latar Belakang Game ‘Driver’

‘Driver’ adalah sebuah game balap yang dikembangkan oleh Reflections Interactive dan diluncurkan pada tahun 1999. Game ini terinspirasi dari film-film aksi dengan adegan kejar-kejaran mobil klasik, dan mengikuti narasi seorang petugas polisi bernama John Tanner yang menyamar dan menyusup ke dalam jaringan kriminal untuk menggagalkan rencana pembunuhan Presiden Amerika Serikat.

Kesulitan yang dihadapi Hamilton saat bermain ‘Driver’ menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan antara mengemudi di dunia nyata dan dalam simulasi game. Meskipun memiliki keterampilan mengemudi yang luar biasa di trek balap, Hamilton mengalami tantangan yang sama seperti banyak gamer lainnya ketika menghadapi tingkat kesulitan dari game klasik ini. Cerita ini menggarisbawahi bahwa peralihan dari realitas ke virtual bisa menawarkan rintangan yang tak terduga, bahkan bagi para profesional.